Wednesday, January 27, 2021

*_MEMBUTAKAN & MEMBUAT TULI_*

*MUHASABAH*

*_MEMBUTAKAN & MEMBUAT TULI_*

Saudaraku,
_Al-Hawā_ atau hawa nafsu adalah potensi negatif yang ada di dalam diri kita. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "hati-hatilah dengan hawa nafsu karena hawa nafsu itu membutakan dan membuat tuli.”

Orang yang sedang dimabuk asmara sulit menerima kebenaran dan nasihat karena hawa nafsu telah membutakan mata hati dan membuat tuli. Rasulallah shallallahu 'alaihi wa sallam mengingatkan agar umatnya hati-hati dengan hawa nafsu yang akan menjerumuskannya kedalam kenistaan, kehinaan dan penyesalan..


Saudaraku,
Kekhawatiran Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam terhadap umatnya sangat beralasan karena ketiga hal tersebut akan membinasakan dan menghancurkan masa depan manusia...

Memperturutkan hawa nafsu membawa manusia kepada kesesatan. Orang yang selalu memperturutkan hawa nafsunya selalu cenderung kepada perbuatan yang melampaui batas.  

Tidak sedikit manusia yang buta mata hatinya dalam memperturutkan hawa nafsunya. Atas nama cinta mengikuti hawa nafsunya melakuan perzinaan. Syaitan menghiasi kemaksiatan dengan keindahan. Orang dalam kondisi seperti ini tidak dapat menerima nasihat karena hanya nasihat syaitan yang menjadi pedoman hidupnya...

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

اذا اراد الله بقرية هلاكا اظهر فيهم الزنا

"Apabila Allah hendak menghancurkan suatu negeri, maka akan marak perzinaan."

Saat perzinaan dianggap lumrah, kemaksiatan dianggap hal biasa dan kezaliman sudah merata terjadi di mana-mana, maka siksa Allah Azza wa Jalla akan datang segera...

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

ثلاث منجيات، وثلاث مهلكات، فأما المنجيات: فتقوى الله في السر والعلانية، والقول بالحق في الرضا والسخط، والقصد في الغنى والفقر، وأما المهلكات: فشح مطاع، وهوى متبع، وإعجاب المرء بنفسه

"Ada tiga hal yang menyelamatkan dan tiga hal yang membinasakan. Tiga hal yang menyelamatkan adalah bertakwa kepada Allah baik dalam keadaan sepi atau di tengah keramaian, berkata yang benar, baik dalam keadaan senang maupun marah dan hemat, baik dalam keadaan kaya atau miskin. Adapun tiga yang membinasakan adalah _bakhil_ (pelit) yang ditaati, memperturutkan hawa nafsu dan bangga terhadap diri sendiri."

Tidak sedikit manusia hancur dan binasa karena selalu mengikuti dorongan hawa nafsunya. Orang yang mengikuti hawa nafsunya bagaikan minum air laut, semakin diminum semakin haus.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "setiap manusia akan dikumpulkan bersama yang diikutinya. Siapa yang mengikuti hawa nafsunya dalam kekafiran, maka dia akan dikumpulkan bersama orang-orang kafir dan tidak bermanfaat amalnya sedikitpun.”

Allah Azza wa Jalla berfirman,

وَمَا لَكُمْ أَلَّا تَأْكُلُوا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ وَقَدْ فَصَّلَ لَكُمْ مَا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ إِلَّا مَا اضْطُرِرْتُمْ إِلَيْهِ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا لَيُضِلُّونَ بِأَهْوَائِهِمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِالْمُعْتَدِينَ

"Mengapa kamu tidak mau memakan (binatang-binatang yang halal) yang disebut nama Allâh ketika menyembelihnya, padahal sesungguhnya Allâh telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya. Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa pengetahuan. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas."

(QS. Al-An’ām: 119)

Saudaraku,
Menuhankan hawa nafsu merupakan puncak kesesatan para pengikut hawa nafsu, dijadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya. Argumentasi rasional dibangunnya untuk mempertahankan kesesatannya...

Apabila argumentasinya lemah, maka mereka menggunakan analogi rendahan. Tidak sedikit seorang yang maksiat berkata, kenapa saya disalahkan dan dihukum, bukankah masih banyak orang lain yang melakukan kejahatan lebih besar dari saya? Padahal kejahatan dan kemaksiatan besar atau kecil adalah tetap kejahatan...

Perzinaan hanya sekali atau berulang kali adalah kemaksiatan. Korupsi sedikit atau banyak adalah kejahatan. Tidak ada orang mati kesandung gunung tetapi orang mati kesandung kerikil, artinya kehancuran seringkali bukan pada intensitas kejahatan tetapi karena kejahatan itu sendiri walaupun kecil. Kejahatan kecil jika dibiarkan lama kelamaan akan berpotensi menjadi kejahatan besar...

Allah Azza wa Jalla berfirman,

أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَٰهَهُ هَوَاهُ وَأَضَلَّهُ اللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِ وَقَلْبِهِ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِ غِشَاوَةً فَمَنْ يَهْدِيهِ مِنْ بَعْدِ اللَّهِ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

"Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?

(QS. Al-Jātsiyah: 23)

Saudaraku,
Jangan anggap menuhankan nafsu sebagai persoalan sepele, karena akan membuat kebinasaan. Segeralah memohon pertolongan kepada Allah Azza wa Jalla atas keinginan yang kuat untuk selalu berada di jalan yang lurus dan memohon pertolongan yang maha kuasa, akan mengantarkan seorang hamba menjadi pemenang dalam pertarungan batin. Mohonlah perlindungan kepada Allah yang Maha Kuasa dengan selalu berdzikir kepada-Nya...

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

افضل الجهاد ان يجاهد الرجل نفسه و هواه

"Jihad yang paling utama adalah seseorang yang berjuang melawan dirinya dan hawa nafsunya."

Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah senantiasa bertaubat memohon ampunan-Nya dan melakukan _mujāhadah al-nafs_, yaitu berjuang melawan nafsu diri untuk meraih ridha-Nya...
Aamiin Ya Rabb.

_Wallahua'lam bishawab_

No comments:

Post a Comment