Wednesday, August 5, 2020

*Master Mempermudah Pemula Mempersulit*

*Master Mempermudah Pemula Mempersulit*

YM. Abu: Orang pintar adalah orang yang menyederhanakan hal rumit. Orang tidak pintar adalah orang yang merumitkan hal yang sederhana.
Dalam kesempatan lain, sering juga Abu menyebutkan: Bekerja adalah membuat sesuatu terjadi. Misalnya: Seorang chef memasak nasi, itu membuat sesuatu terjadi, seorang mekanik memperbaiki mobil rusak, itu membuat sesuatu terjadi. Itu juga sebabnya Abu selalu berusaha membuat divisi/bagian yang beliau pimpin mengeluarkan surat sesedikit mungkin, bahkan beliau "menyindir" divisi yang terlalu banyak mengeluarkan surat yang tidak perlu sebagai *pabrik kertas.* Karena, sesuatu yang di atas kertas, memiliki pengaruh yang tidak begitu besar terhadap realita. 

Contoh: Ada seorang jamaah mendengar musik dengan kuat di kamar mandi masjid, lalu pengurus masjid membuat surat pengumuman dan tempelan kertas "dilarang menghidupkan handphone" di dinding. Seberapa efektif kira² hal tersebut untuk membuat ketertiban? Bagaimana bila dibandingkan dengan cukup menegur orang tersebut saat sedang tidak banyak orang? Sebenarnya kasus mirip pernah terjadi di zaman Nabi saw, seorang arab badui (orang arab kampung) kencing di masjid, para sahabat langsung memaki dan menghardik si arab badui, sementara Nabi saw melarang mereka menghardik, dan Nabi saw hanya mengatakan dengan lembut: Lain kali kalau mau kencing di kamar mandi ya, karena masjid adalah tempat ibadah, ini bukan tempat buang air! Bisa kita bayangkan, kalau tak ada Nabi saw di situ, barangkali para sahabat sudah tergoda untuk membuat pengumuman "larangan kencing" dan menempel larangan kencing yang ditempel di dinding masjid nabawi.... 

Dalam bermain gitar pun demikian, bagaimana caranya bermain dengan cepat? Caranya adalah bermain lambat. Teruslah bermain dengan lambat, perlahan, nikmati, ulangi, lama-kelamaan kecepatan kita bermain gitar terbangun dengan sendirinya. Seorang gitaris berkata: Kalau kita bisa memainkannya dengan lambat, maka kita pasti bisa memainkannya dengan cepat. Itulah penjelasan seorang master... Namun, bila kita semakin bingung dengan penjelasannya, itulah tanda seseorang tersebut bukan master. 

Albert Einstein mengatakan: Kalau amda tidak bisa menjelaskannya pada anak umur 6 tahun, itu tandanya anda belum paham! Demikianlah, tentu kemahiran dan skill dibangun dengan pengalaman. Namun, kalau kita bersedia mempelajari dan meneladani akhlak Nabi saw, kita akan menjadi master dengan lebih cepat! Nabi saw bersabda kira-kira isinya: Permudah, jangan persulit, dan jangan membuat manusia lari karena takut. Seandainya semua orang memegang teguh hadis ini, niscaya semua orang cepat menjadi master. 

*Namun sering sekali kita tidak berkenan mempermudah segala sesuatu, karena sangat ingin membuat orang lain kagum.* Betapa banyak guru, dosen dan "orang-orang pintar" yang menjelaskan sesuatu dengan sangat rumit, berputar-putar, bertele-tele sehingga pendengarnya tak paham, mengapa? Karena ingin membuat orang lain kagum, karena ingin dianggap pintar. Oleh karenanya, pembunuh kemahiran nomor 1 adalah: Ingin dipuji. Menyanyi pun demikian, apa ciri penyanyi top? Ia bersedia mukanya terlihat jelek saat menyanyi. Ia tak lagi mempedulikan "apa yang orang lihat" ia tak lagi mempedulikan "apa kata orang" tapi justru ia larut dalam pekerjaannya. 

Dalam kehidupan sehari-hari, satu lagi hal yang seringkali membuat rumit hal sederhana adalah kedengkian. Betapa banyak orang yang tak bersedia damai dengan orang yang mengkritiknya, atau tak bersedia damai dengan seseorang yang membuat sedikit kesalahan; misalnya seorang waiter restoran tak sengaja menumpahkan air di celana kita. Betapa banyak orang yang ingin menghukumnya, membuatnya merasa sedih, menderita, dll. Itu bukan perilaku orang pintar! Itu bukan perilaku master! Dan yang jelas itu bukan perilaku Nabi saw! *Singkatnya, kita akan menjadi pintar dengan membuang 2 hal: Keinginan dipuji dan kedengkian. Dan kita akan terhindar dari banyak masalah dengan membuang 2 hal: Keinginan dipuji dan kedengkian.*

*YM Ustadz*
*04/08/2020*
*11.10 WIB*

No comments:

Post a Comment